Kalkulator KPR

Rp
Rp
% per tahun

Hasil Perhitungan Kredit

Pokok Pinjaman

Rp. 0

Angsuran Per Bulan

Rp. 0

Cicilan Pokok + Bunga
Total Pembayaran

Rp. 0

Catatan: Perhitungan ini adalah hasil perkiraaan aplikasi KPR secara umum. Data perhitungan di atas dapat berbeda dengan perhitungan bank. Untuk perhitungan yang akurat, silahkan hubungi kantor cabang kami.

Informasi Seputar KPR

Kami memahami bahwa menghitung Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bukanlah sesuatu yang sulit. Untuk itu, kami hadirkan fitur Kalkulator KPR yang bisa membantu Anda menghitung simulasi KPR hunian impian Anda. Ada banyak bank penyedia KPR yang ada di Indonesia. Bank-bank besar seperti BTN, Mandiri, BCA, BNI, CIMB, dan bank lainnya memiliki produk KPR. Bahkan, beberapa di antaranya juga menawarkan KPR Syariah. Masing-masing produk KPR bank memiliki keunggulan tersendiri. Karena beragamnya keunggulan dan kekurangan produk KPR, kita kerap kali kebingungan akan banyaknya faktor yang mempengaruhi nilai kredit dan cicilan setiap bulannya. Kalkulator KPR 99.co ini merupakan sarana yang bisa menghitung estimasi besaran cicilan yang akan tanggung setiap bulannya. Termasuk juga total pinjaman yang harus dibayarkan setelah memperhitungkan bunga. Perhitungan KPR ini bisa dimanfaatkan Anda yang sudah mulai serius untuk membeli rumah tapi masih belum yakin akan cicilan yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Dengan begitu, membeli rumah lewat KPR bisa disesuaikan dengan kemampuan. Perhitungan kalkulator KPR bisa memproyeksikan besar cicilan tergantung dengan tenor yang diinginkan. Dengan mengetahui total biaya cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan, perhitungan keuangan juga bisa disesuaikan dengan kemampuan. Menjadikan mencicil rumah menjadi lebih aman dan tenang.

Kami menghadirkan fitur sederhana yang mudah untuk dipahami oleh banyak orang. Sehingga Anda bisa dengan cepat mendapatkan kisaran harga cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Langkah pertama adalah dengan cara memasukkan nominal pada kolom-kolom yang disediakan. Kolom yang harus diisi di antaranya adalah:

  • Harga Properti: Yaitu harga dari unit properti yang akan dibeli
  • Jumlah Uang Muka/DP: Uang muka yang akan dibayarkan, atau
  • Persentase Uang Muka: jumlah persentase uang muka yang akan dibayarkan dari harga properti
  • Durasi Bunga Fixed: Berapa tahun Anda akan mendapatkan bunga fixed
  • Bunga Fixed: Besaran bunga fixed yang akan ditanggung selama masa durasi bunga fixed
  • Bunga Floating: Besaran bunga yang akan ditanggung selama setelah masa durasi bunga fixed
  • Lama Angsuran: Tenor atau berapa tahun cicilan akan dibayarkan
Semua data tersebut bisa didapatkan dari informasi unit properti yang akan dibeli dan juga produk KPR yang dipilih. Selanjutnya kita hanya perlu menekan tombol Hitung KPR untuk mendapatkan Hasil Perhitungan Kredit. Hasil dari Kalkulator KPR sendiri akan menampilkan beragam informasi mulai dari:
  • Harga Properti
  • Dana Tunai yang Harus Disiapkan (DP 30% + Pajak + Asuransi + Admin Provisi + dll.)
  • Pokok Pinjaman (Harga Properti - Uang Muka (DP))
  • Angsuran Per Bulan yang dibagi menjadi dua: 1). X Bulan Pertama saat bunga fixed, dan 2). Angsuran sisanya saat bunga floating
  • Total Bunga (selama masa tenor)
  • Total Pembayaran
Sebagai catatan, setiap bank atau pemberi pinjaman mungkin memiliki perhitungan KPR yang berbeda-beda. Mulai dari bunga, hingga masa tenor yang diterimanya. Karena itu, penting untuk mengetahui informasi mengenai produk KPR selengkap mungkin sebelum menggunakan Kalkulator KPR. Sehingga perhitungan simulasi akan menjadi lebih akurat.

Apa saja persyaratan KPR? Sebelum membahas mengenai syarat dan ketentuannya, ada baiknya kita membahas singkat mengenai KPR dari awal. Kredit Pemilikan Rumah adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah.

Saat ini di Indonesia mengenal dua jenis KPR yaitu;

a) KPR bersubsidi dimana kredit diperuntukan kepada masyarakat yang penghasilannya dari menengah ke bawah. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan perumahan ataupun perbaikan rumah yang telah dimiliki.

b) KPR Non Subsidi yaitu KPR yang diberikan untuk seluruh masyarakat. Ketentuan dan persyaratannya ditentukan oleh bank sehingga penentuan besar kredit ataupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan bank tersebut.

Kenapa menggunakan KPR?

Lalu apa saja keuntungan menggunakan sistem KPR? Diantaranya adalah;

  • Tidak perlu khawatir dengan danai tunai. Dengan menggunakan KPR, nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan uang muka saja. Dengan system seperti ini, tidak diperlukan untuk mengumpulkan seluruh dana di awal.
  • Karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, maka angsuran dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Selain mengumpulkan dokumen untuk syarat dan ketentuan KPR, kita tentunya perlu tahu mengenai biaya prosesnya. Pada umumnya fasilitas KPR, pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya; biaya appraisal, biaya notaris, provinsi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

Syarat-syarat KPR

Ada beberapa persyaratan dasar dalam pengajuan KPR. Salah satunya, Anda harus berusia minimal 21 tahun. Selain itu, telah memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai  pegawai tetap/wiraswasta/professional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (professional/wiraswasta)

Dalam persyaratan KPR ada beberapa dokumen yang Anda butuhkan diantaranya:

  • Fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP
  • Slip gaji bulan terakhir/Surat Keterangan Gaji
  • Fotokopi Rekening Koran
  • Fotokopi Surat Izin Praktek
  • Fotokopi Akte Perusahaan dan atau SIUP dan NPWP
  • Fotokopi Tagihan Bulanan Kartu Kredit 1 Bulan Terakhir
  • Fotokopi Kartu kredit

Selain memperhatikan soal persyaratan KPR, ada baiknya juga kita mengetahui hal-hal penting saat mengajukan KPR. Apa saja hal-hal penting yang harus Anda perhitungkan? Diantaranya adalah:

  • Jika rumah yang dibeli dari perorangan, maka pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada
  • Jika membeli rumah dari developer, pastikan bahwa mereka telah mempunyai ijin-ijin, antara lain :
    1. Ijin Peruntukan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb.
    2. Prasarana sudah tersedia
    3. Kondisi tanah matang
    4. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
    5. IMB Induk
  • Kenali reputasi penjual. Pastikan bagaimana track record si penjual (perorangan atau developer) dengan hasil bangunannya
  • Jangan lakukan transaksi jual beli di bawah tangan. Jika rumah yang Anda beli dalam status jaminan bank, maka lakukan pengalihan kredit pada Bank yang bersangkutan dan dibuat akte jual beli di hadapan pihak notaris. Jangan lakukan transaksi pengalihan kredit “di bawah tangan” atau dasar kepercayaan. Tanda bukti jangan hanya berupa kwitansi biasa karena bank tidak mengakui transaksi seperti ini.

Dengan mengenal kembali apa itu KPR, jenisnya, biaya prosesnya, persyaratan ataupun hal-hal penting saat pengurusan, diharapkan Anda bisa mempersiapkan lebih matang lagi dalam mengajukan KPR. 

Semua properti yang memiliki kelengkapan dokumen dapat dijual dengan jasa pembiayaan perbankan. Orang menyebutnya dengan KPR. Namun tahukah Anda, apa itu KPR dan bagaimana syarat serta ketentuan yang diberlakukan bagi pembeli properti?

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang disediakan oleh perbankan dan digunakan untuk membeli rumah dengan jaminan atau agunan berupa rumah yang dibiayai tersebut.

Persyaratan KPR

Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil KPR relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan:

  1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah).
  2. Kartu Keluarga.
  3. Keterangan penghasilan atau slip gaji.
  4. Laporan keuangan (untuk wiraswasta).
  5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta).
  6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta).
  7. Foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer).
  8. Foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan).
  9. Foto kopi IMB.

Biaya Proses KPR

Pada umumnya fasilitas KPR pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya : biaya appraisal, biaya notaris, provisi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.  

Metode Perhitungan Bunga KPR

Secara umum dikenal 3 metode perhitungan bunga yaitu :

  1. Flat
  2. Efektif
  3. Annuitas Tahunan dan Bulanan

Dalam prakteknya metode suku bunga yang banyak  digunakan adalah suku bunga efektif atau annuitas.

Keuntungan KPR

Nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan  uang muka. Karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, angsuran yang dibayar dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  1. Bila membeli rumah dari perorangan, pastikan bahwa sertifikat yang ada tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.
  2. Bila membeli rumah dari developer, pastikan bahwa developer dimaksud telah mempunyai ijin-ijin, antara lain:
    1. Ijin Peruntukkan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb.
    2. Prasarana sudah tersedia
    3. Kondisi tanah matang
    4. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
    5. IMB Induk.
  3. Kenali reputasi penjual (perorangan atau developer).
  4. Jangan melakukan transaksi jual beli di bawah tangan, artinya apabila rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan di bank, maka lakukanlah pengalihan kredit pada bank yang bersangkutan dan dibuat akte jual beli di hadapan notaris. Jangan sekali-kali melakukan transaksi pengalihan kredit di bawah tangan, artinya atas dasar kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berupa kwitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.